Jeritan Kota Sei Rampah – Penyiraman air keras terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS memicu perhatian berbagai pihak. Anggota DPR, Habiburokhman, meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.

Habiburokhman menilai tindakan kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan. Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus bertindak cepat agar pelaku dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Baca Juga : Di Balik Rp 530 Miliar Uang Judol Ada Cuci Uang Lewat Perusahaan Cangkang
Menurutnya, penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ia juga menekankan bahwa aparat kepolisian perlu mengusut kasus penyiraman air keras tersebut hingga tuntas, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan karena korban merupakan aktivis yang aktif menyuarakan berbagai isu hak asasi manusia. Kejadian itu juga memicu reaksi dari sejumlah pihak yang berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus tersebut secara transparan.
Habiburokhman juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah aparat kepolisian dalam menangani kasus kekerasan. Ia berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara profesional dan mampu memberikan keadilan bagi korban.
Selain itu, ia menilai penanganan yang cepat dan terbuka dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Oleh karena itu, aparat kepolisian diharapkan segera mengumpulkan bukti serta memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini masih menjadi perhatian publik. Banyak pihak berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut.
Dengan penanganan yang serius, kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan sekaligus memperkuat komitmen dalam melindungi para aktivis yang memperjuangkan berbagai isu kemanusiaan di Indonesia.





